Minggu, 04 Juni 2017

Cara Memperbaiki File Word yang rusak

Cara Memperbaiki File Word yang rusak

Salah satu cara untuk memperbaiki file yang rusak atau corrupt adalah dengan menggunakan software aplikasi misalnya file repair dari www.filerepair1.com. Bagi Anda pengguna Microsoft Office, Anda juga bisa memperbaiki file word, excel dan aplikasi office lainnya dengan tool bawaan dari Microsoft Office itu sendiri, pengen tau bagaimana caranya..?

Ternyata untuk memperbaiki file microsoft office yang rusak ini cukup simple, yaitu:

microsoft offile file repair
  1. Buka file office yang akan direpair, misalnya file microsoft word.
  2. Klik File - Open
  3. Cari nama file yang rusak atau corrupt tersebut.
  4. Untuk merepair file word yang corrupt klik tanda panah pada sebelah kanan tombol Open dan klik Open and Repair.
  5. Kalau Anda beruntung file word Anda yang corrupt (tidak bisa diakses) dapat terbuka lagi.
Cara tersebut dapat Anda gunakan untuk merepair file microsoft office yang lain seperti memperbaiki file excel yang corrupt atau microsoft powerpoint yang tidak bisa diakses. Sedangkan untuk memperbaiki mirosoft outlook data file yang rusak kita bisa menggunakan tools bawaan microsoft office yang lain yaitu tool scanpst.

Cara Mudah Merawat Komputer

Cara Mudah Merawat Komputer

cara merawat komputer
Langkah merawat komputer merupakan hal yang biasanya kurang mendapat perhatian dari sebagian besar pemilik atau pengguna komputer itu sendiri. Biasanya kita baru "teriak" kalau komputer yang kita pakai mengalami kerusakan. Sebenarnya merawat komputer merupakan tindakan rutin yang sudah seharusnya dilakukan para penguna komputer untuk tetap menjaga performa komputer dalam kondisi terbaik.

Dalam artikel ini saya akan berbagi tips tentang cara merawat hardware komputer yang bisa diterapkan pada semua jenis desktop komputer dan cara merawat software komputer khususnya bagi Anda yang mempunyai komputer dengan sistem operasi Windows.

Cara Merawat Hardware Komputer

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan tindakan perawatan terhadap komponen hardware komputer. Disini saya biasanya melakukan beberapa perawatan seperti:

  1. Menempatkan Komputer pada tempat dengan aliran sirkulasi udara yang baik. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya overheat hardware komputer.

  2. Membersihkan debu secara rutin yang masuk dan menempel pada komponen hardware dalan casing CPU. Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan kuas dan vacuum cleaner atau lebih baik lagi menggunakan angin dari kompresor sehingga pembersihan debu bisa maksimal. Tindakan ini dilakukan beberapa bilan sekali tergantung kondisi tiap-tiap komputer.

  3. Menggunakan Stabilizer agar aliran listrik yang masuk ke Power Supply senantiasa terjaga kestabilannya. Atau lebih baik lagi kalau menggunakan UPS (Uninteruptable Power Supply) sehingga bisa menjaga komputer dari kehilangan power listrik secara tiba-tiba.

  4. Khusus untuk komputer jenis laptop saya telah menulis cara merawat laptop ini dalam artiekl 9 Tips Cara Merawat Laptop.
Cara Merawat Software Komputer

Hal kedua yang tidak kalah pentingnya tentu saja adalah merawat software atau system operasi komputer. Ada beberapa tindakan perawatan komputer secara software yang dapat kita lakukan diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membackup system komputer.
    Membackup system komputer lebih dimaksudkan sebagai tindakan preventif maintenance, agar kita lebih mudah merecovery system ketika terjadi kerusakan. Untuk membackup system ini biasanya saya menggunakan bantuan software Macrium Reflec Free Edition, EaseUs ToDo Backup atau cukup dengan menjalankan utility System Restore (Create Restore Point) sebelum dan sesudah menginstall suatu aplikasi.

  2. Menginstall dan Menjalankan Scan Komputer dengan Antivirus.
    Installah sebuah Antivirus dan lakukan Scan Komputer dengan Antivirus tersebut secara berkala. Disini saya biasanya menggunakan Free Antivirus Avast atau AVG yang terbukti cukup ampuh melindungi komputer dari infeksi virus. Selain itu gunakan juga Malware Sanner lainnya seperti Malwarebyte atau Norman Malware Cleaner untuk memastikan komputer terbebas dari virus dan malware lainnya.

  3. Lakukan Update Windows, Update Antivirus dan Software lainnya.
    Secara otomatis atau manual, lakukanlah update terhadap Windows, Antivirus dan software lainnya seperti Ms Office, Browser, Java dan aplikasi lainnya, sehingga selain menutup celah keamanan kita juga bisa menggunakan fitur terbaru dari berbagai aplikasi tersebut.

  4. Lakukan Optimasi System.
    Untuk melakukan optimasi System ini kita bisa menggunakan beberapa tools bawaan windows seperti berikut :

    • Disk Clean Up, untuk melakukan pembersihan file-file yang sudah tidak diperlukan.
    • Check Disk, untuk memeriksa dan memperbaiki system file pada hardisk.
    • Disk Defragmenter, untuk melakukan optimasi hardisk dengan cara menyusun ulang file-file yang "berserakan" pada hardisk.

Selain menggunakan tool bawaan Windows, untuk lebih memudahkan perawatan dan optimasi system kita juga bisa menggunakan software-software untuk optimasi windows seperti Advance System Care atau Glarry Utilities.

Demikianlah tips singkat cara merawat komputer, yang sebaiknya dilakukan secara berkala tergantung dari kebutuhan masing-masing pengguna Komputer. Jika ada masukan lainnya tentang cara merawat komputer ini, silahkan menambahkan melalui komentar dibawah
cara merawat komputer
Langkah merawat komputer merupakan hal yang biasanya kurang mendapat perhatian dari sebagian besar pemilik atau pengguna komputer itu sendiri. Biasanya kita baru "teriak" kalau komputer yang kita pakai mengalami kerusakan. Sebenarnya merawat komputer merupakan tindakan rutin yang sudah seharusnya dilakukan para penguna komputer untuk tetap menjaga performa komputer dalam kondisi terbaik.

Dalam artikel ini saya akan berbagi tips tentang cara merawat hardware komputer yang bisa diterapkan pada semua jenis desktop komputer dan cara merawat software komputer khususnya bagi Anda yang mempunyai komputer dengan sistem operasi Windows.

Cara Merawat Hardware Komputer

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan tindakan perawatan terhadap komponen hardware komputer. Disini saya biasanya melakukan beberapa perawatan seperti:

  1. Menempatkan Komputer pada tempat dengan aliran sirkulasi udara yang baik. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya overheat hardware komputer.

  2. Membersihkan debu secara rutin yang masuk dan menempel pada komponen hardware dalan casing CPU. Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan kuas dan vacuum cleaner atau lebih baik lagi menggunakan angin dari kompresor sehingga pembersihan debu bisa maksimal. Tindakan ini dilakukan beberapa bilan sekali tergantung kondisi tiap-tiap komputer.

  3. Menggunakan Stabilizer agar aliran listrik yang masuk ke Power Supply senantiasa terjaga kestabilannya. Atau lebih baik lagi kalau menggunakan UPS (Uninteruptable Power Supply) sehingga bisa menjaga komputer dari kehilangan power listrik secara tiba-tiba.

  4. Khusus untuk komputer jenis laptop saya telah menulis cara merawat laptop ini dalam artiekl 9 Tips Cara Merawat Laptop.
Cara Merawat Software Komputer

Hal kedua yang tidak kalah pentingnya tentu saja adalah merawat software atau system operasi komputer. Ada beberapa tindakan perawatan komputer secara software yang dapat kita lakukan diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membackup system komputer.
    Membackup system komputer lebih dimaksudkan sebagai tindakan preventif maintenance, agar kita lebih mudah merecovery system ketika terjadi kerusakan. Untuk membackup system ini biasanya saya menggunakan bantuan software Macrium Reflec Free Edition, EaseUs ToDo Backup atau cukup dengan menjalankan utility System Restore (Create Restore Point) sebelum dan sesudah menginstall suatu aplikasi.

  2. Menginstall dan Menjalankan Scan Komputer dengan Antivirus.
    Installah sebuah Antivirus dan lakukan Scan Komputer dengan Antivirus tersebut secara berkala. Disini saya biasanya menggunakan Free Antivirus Avast atau AVG yang terbukti cukup ampuh melindungi komputer dari infeksi virus. Selain itu gunakan juga Malware Sanner lainnya seperti Malwarebyte atau Norman Malware Cleaner untuk memastikan komputer terbebas dari virus dan malware lainnya.

  3. Lakukan Update Windows, Update Antivirus dan Software lainnya.
    Secara otomatis atau manual, lakukanlah update terhadap Windows, Antivirus dan software lainnya seperti Ms Office, Browser, Java dan aplikasi lainnya, sehingga selain menutup celah keamanan kita juga bisa menggunakan fitur terbaru dari berbagai aplikasi tersebut.

  4. Lakukan Optimasi System.
    Untuk melakukan optimasi System ini kita bisa menggunakan beberapa tools bawaan windows seperti berikut :

    • Disk Clean Up, untuk melakukan pembersihan file-file yang sudah tidak diperlukan.
    • Check Disk, untuk memeriksa dan memperbaiki system file pada hardisk.
    • Disk Defragmenter, untuk melakukan optimasi hardisk dengan cara menyusun ulang file-file yang "berserakan" pada hardisk.

Selain menggunakan tool bawaan Windows, untuk lebih memudahkan perawatan dan optimasi system kita juga bisa menggunakan software-software untuk optimasi windows seperti Advance System Care atau Glarry Utilities.

Demikianlah tips singkat cara merawat komputer, yang sebaiknya dilakukan secara berkala tergantung dari kebutuhan masing-masing pengguna Komputer. Jika ada masukan lainnya tentang cara merawat komputer ini, silahkan menambahkan melalui komentar dibawah, semoga bermanfaat.

Cara Membersihkan Virus Komputer Secara Total

Cara Membersihkan Virus Komputer Secara Total

Virus komputer merupakan salah satu dari beberapa jenis malware yang dapat merusak sistem komputer kita. Umumnya sebuah komputer yang telah terinfeksi virus ini mempunyai tanda-tanda yang menunjukkan penurunan performa komputer. Diantara tanda-tanda yang yang mengindikasikan adanya virus pada komputer adalah seperti berikut:
  • Komputer terasa lambat
  • Komputer sering hang
  • Waktu startup windows yang terasa lama
  • Tidak bisa dibukanya beberapa file seperti biasa
  • Tidak bisa mengakses internet padahal koneksi tidak bermasalah.
  • Munculnya jendela popup seolah-olah dari program antivirus yang berisi peringatan bahwa komputer Anda saat ini bermasalah dan harus segera diperbaiki, padahal Anda sebelumnya tidak pernah menginstal Antivirus tersebut.
  • Tidak bisa mengubah atribut file
  • Beberapa file Anda seakan-akan hilang secara bersamaan padahal hanya ter-hidden
  • Munculnya file dengan nama-nama yang aneh, yang tidak pernah Anda buat
  •  dan hal-hal yang mencurigakan lainnya.

Membersihkan Virus Komputer

Dalam artikel kali ini, saya akan berbagi tips tentang cara membersihkan virus dan malware lainnya apabila komputer yang kita pakai sudah terlanjur terinfeksi oleh virus tersebut.

1. Persiapkan aplikasi yang akan digunakan untuk membersihkan virus, diantaranya:
  • Kaspersky TDSSKiller Anti Rootkit Utility, di http://goo.gl/tBdHf3
  • Malwarebytes Anti-Malware, di http://goo.gl/gwN3jo
  • SUPERAntiSpyware Portable Scanner, di http://goo.gl/O5MlA4
  • HitmanPro 3 Malware Scanner, di http://goo.gl/GjRC6G
  • Antivirus Program seperti misalnya, Avast, AVG, Microsoft Security Esential dsb.
  • Default Windows 7 File Extension Reg. download http://goo.gl/ezvKyk
  • Norman Malware Cleaner di http://goo.gl/3ydS7E
  • Auslogics Browser Care, di http://goo.gl/6nhxoK
    merupakan tool yang sangat bermanfaat untuk configur web browser dan menonaktifkan plugin yang tidak diperlukan yang sering tanpa sadar terinstal pada browser kita.
Simpan semua file tersebut ke dalam  flashdisk.

2. Start Windows dalam mode Safe Mode

Setelah semua tool terkumpul, langkah selanjutnya adalah mulai menjalankan windows dalam mode Safe Mode, caranya adalah dengan cara: restart komputer, kemudian tekan tombol F8 sehingga muncul tampilan Windows Boot Option seperti terlihat pada gambar dibawah, kemudian pilih Windows Safe Mode.

3. Lakukan Pembersihan  Virus dengan tool -tool yang telah disediakan sebelumnya.

Setelah Windows berhasil login, mulai lakukan pembersihan virus dengan pertama-tama jalankan terlebih dahulu Kaspersky TDSSKiller Anti Rootkit Utility. Kemudian jalankan Malwarebytes Anti-Malware dan sebaiknya program Malwarebytes tersebut di update terlebih dahulu. Setelah itu baru jalankan SUPERAntiSpyware Portable Scanner dilanjutkan dengan HitmanPro 3 Malware Scanner.

Antivirus Full Scan

Setelah sistem komputer dibersihkan dengan Malware Scanner, langkah selanjutnya barulah menginstal atau menjalankan program Antivirus seperti Avast, AVG, Kaspersky atau lainnya dan pilihlah opsi "Full Scanning".  Yang perlu diperhatikan pastikan antivirus tersebut sudah terupdate terlebih dahulu dengan versi atau database terbaru.

4. Bersihkan System Restore

Untuk menjaga agar sistem komputer tidak terinfeksi virus yang terdapat pada System Restore, maka kita perlu untuk mendelete system restore yang telah dibuat, caranya:

System Restore Cleanup
  • Klik Start menu > All Programs > Accessories > System Tools kemudian klik Disk Cleanup. Pilih Drive yang akan di bersihkan, yaitu Drive C.
  • Klik pada tab More Options kemudian pada bagian System Restore, klik tombol Cleanup.
  • Akan muncuk jendela konfirmasi Disk CleanUp, klik tombol Delete.

5. Bersihkan Temporary File 

Selanjutnya bersihkan temporary file, bisa dengan menggunakan aplikasi Temp File Cleaner. Aplikasi ini akan membersihkan semua temporary folders pada semua user accounts (temp, IE temp, java, FF, Opera, Chrome, Safari), termasuk Administrator, All Users, LocalService, NetworkService, dan user account lainnya pada user folder. Temp File Cleaner juga akan membersihkan folder %systemroot%\temp dan %systemdrive% root folder, %systemroot%, dan system32 folder.

6. Repair Sistem Operasi Windows

Untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh virus, seperti misalnya rusaknya file association, sehingga beberapa document tidak bisa dibuka dengan program defaultnya, kita harus merepairnya dengan merepair registry. Untuk mengembalikan setingan file association ke default pada windows  bisa menggunakan tool yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Apabila kerusakan telah cukup parah, maka melakukan Repair Windows merupakan langkah yang harus kita jalankan.

7. Gunakan Rescue CD

Apabila kerusakan yang ditimbulkan oleh virus ini mengakibatkan komputer tidak bisa booting sama sekali, maka kita harus menggunakan apa yang disebut sebagai Rescue CD. Informasi mengenai Rescue CD ini dapat dilihat pada postingan  Cara Membersihkan Virus menggunakan Rescue Disk.

Demikianlah langkah umum dalam melakukan pembersihan virus pada komputer secara total. Apabila Anda memerlukan panduan lebih terperinci bisa mendapatkannya pada ebook "Operation Cleanup: Complete Malware Recovery Guide"  Selamat mencoba...

Cara Membersihkan Virus Komputer Secara Total

Cara Membersihkan Virus Komputer Secara Total

Virus komputer merupakan salah satu dari beberapa jenis malware yang dapat merusak sistem komputer kita. Umumnya sebuah komputer yang telah terinfeksi virus ini mempunyai tanda-tanda yang menunjukkan penurunan performa komputer. Diantara tanda-tanda yang yang mengindikasikan adanya virus pada komputer adalah seperti berikut:
  • Komputer terasa lambat
  • Komputer sering hang
  • Waktu startup windows yang terasa lama
  • Tidak bisa dibukanya beberapa file seperti biasa
  • Tidak bisa mengakses internet padahal koneksi tidak bermasalah.
  • Munculnya jendela popup seolah-olah dari program antivirus yang berisi peringatan bahwa komputer Anda saat ini bermasalah dan harus segera diperbaiki, padahal Anda sebelumnya tidak pernah menginstal Antivirus tersebut.
  • Tidak bisa mengubah atribut file
  • Beberapa file Anda seakan-akan hilang secara bersamaan padahal hanya ter-hidden
  • Munculnya file dengan nama-nama yang aneh, yang tidak pernah Anda buat
  •  dan hal-hal yang mencurigakan lainnya.

Membersihkan Virus Komputer

Dalam artikel kali ini, saya akan berbagi tips tentang cara membersihkan virus dan malware lainnya apabila komputer yang kita pakai sudah terlanjur terinfeksi oleh virus tersebut.

1. Persiapkan aplikasi yang akan digunakan untuk membersihkan virus, diantaranya:
  • Kaspersky TDSSKiller Anti Rootkit Utility, di http://goo.gl/tBdHf3
  • Malwarebytes Anti-Malware, di http://goo.gl/gwN3jo
  • SUPERAntiSpyware Portable Scanner, di http://goo.gl/O5MlA4
  • HitmanPro 3 Malware Scanner, di http://goo.gl/GjRC6G
  • Antivirus Program seperti misalnya, Avast, AVG, Microsoft Security Esential dsb.
  • Default Windows 7 File Extension Reg. download http://goo.gl/ezvKyk
  • Norman Malware Cleaner di http://goo.gl/3ydS7E
  • Auslogics Browser Care, di http://goo.gl/6nhxoK
    merupakan tool yang sangat bermanfaat untuk configur web browser dan menonaktifkan plugin yang tidak diperlukan yang sering tanpa sadar terinstal pada browser kita.
Simpan semua file tersebut ke dalam  flashdisk.

2. Start Windows dalam mode Safe Mode

Setelah semua tool terkumpul, langkah selanjutnya adalah mulai menjalankan windows dalam mode Safe Mode, caranya adalah dengan cara: restart komputer, kemudian tekan tombol F8 sehingga muncul tampilan Windows Boot Option seperti terlihat pada gambar dibawah, kemudian pilih Windows Safe Mode.

3. Lakukan Pembersihan  Virus dengan tool -tool yang telah disediakan sebelumnya.

Setelah Windows berhasil login, mulai lakukan pembersihan virus dengan pertama-tama jalankan terlebih dahulu Kaspersky TDSSKiller Anti Rootkit Utility. Kemudian jalankan Malwarebytes Anti-Malware dan sebaiknya program Malwarebytes tersebut di update terlebih dahulu. Setelah itu baru jalankan SUPERAntiSpyware Portable Scanner dilanjutkan dengan HitmanPro 3 Malware Scanner.

Antivirus Full Scan

Setelah sistem komputer dibersihkan dengan Malware Scanner, langkah selanjutnya barulah menginstal atau menjalankan program Antivirus seperti Avast, AVG, Kaspersky atau lainnya dan pilihlah opsi "Full Scanning".  Yang perlu diperhatikan pastikan antivirus tersebut sudah terupdate terlebih dahulu dengan versi atau database terbaru.

4. Bersihkan System Restore

Untuk menjaga agar sistem komputer tidak terinfeksi virus yang terdapat pada System Restore, maka kita perlu untuk mendelete system restore yang telah dibuat, caranya:

System Restore Cleanup
  • Klik Start menu > All Programs > Accessories > System Tools kemudian klik Disk Cleanup. Pilih Drive yang akan di bersihkan, yaitu Drive C.
  • Klik pada tab More Options kemudian pada bagian System Restore, klik tombol Cleanup.
  • Akan muncuk jendela konfirmasi Disk CleanUp, klik tombol Delete.

5. Bersihkan Temporary File 

Selanjutnya bersihkan temporary file, bisa dengan menggunakan aplikasi Temp File Cleaner. Aplikasi ini akan membersihkan semua temporary folders pada semua user accounts (temp, IE temp, java, FF, Opera, Chrome, Safari), termasuk Administrator, All Users, LocalService, NetworkService, dan user account lainnya pada user folder. Temp File Cleaner juga akan membersihkan folder %systemroot%\temp dan %systemdrive% root folder, %systemroot%, dan system32 folder.

6. Repair Sistem Operasi Windows

Untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh virus, seperti misalnya rusaknya file association, sehingga beberapa document tidak bisa dibuka dengan program defaultnya, kita harus merepairnya dengan merepair registry. Untuk mengembalikan setingan file association ke default pada windows  bisa menggunakan tool yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Apabila kerusakan telah cukup parah, maka melakukan Repair Windows merupakan langkah yang harus kita jalankan.

7. Gunakan Rescue CD

Apabila kerusakan yang ditimbulkan oleh virus ini mengakibatkan komputer tidak bisa booting sama sekali, maka kita harus menggunakan apa yang disebut sebagai Rescue CD. Informasi mengenai Rescue CD ini dapat dilihat pada postingan  Cara Membersihkan Virus menggunakan Rescue Disk.

Demikianlah langkah umum dalam melakukan pembersihan virus pada komputer secara total. Apabila Anda memerlukan panduan lebih terperinci bisa mendapatkannya pada ebook "Operation Cleanup: Complete Malware Recovery Guide"  Selamat mencoba...

Cara Memperbaiki Komputer Restart Sendiri 2015

Cara Memperbaiki Komputer Restart Sendiri 2015 - bertemu lagi dengan pakar ahli komputer, dengan pembahasan kali ini tentang Cara Memperbaiki Komputer Restart Sendiri , apakah komputer anda sering restart sendiri? jangan bingung, karena kali ini saya akan memberi beberapa trik khusus memperbaiki Komputer Restart Sendiri . mungkin bagi awam jika komputernya mengalami kendala akan langsung di bawa ke tukang service dan membutuhkan biaya yang kadang-kadang mahal banget. tapi anda tidak usah, cukup pelajari sendiri atau otodidak anda bisa menjadi teknisi handal. cukup dengan belajar dan kemauan yang keras. langsung saja kita bahas Cara Memperbaiki Komputer Restart Sendiri :


Untuk memperbaiki kerusakan komputer dengan indikator Sering Restart secara terus menerus, kita perlu melakukan tindakan untuk melokalisir kerusakan agar mudah dalam memperbaikinya. Tindakan melokalisir di sini adalah melokalisir kerusakan pada perangkat keras atau perangkat lunak. Dengan tindakan ini kita akan mengetahui dan dapat memastikan bahwa kerusakan kemungkinan besar terjadi pada perangkat keras maupun perangkat lunak. Melokalisir kerusakan ini untuk mempermudah dalam proses memperbaiki komputer yang sering restart.

Untuk melokalisir kerusakan, apakah kerusakan perangkat keras (hardware) ataupun perangkat lunak (software) silahkan ikuti caranya berikut ini.

1. Hidupkan komputer
2. Saat komputer mulai menampilkan pesan di monitor, tekan tombol DEL/F2 (untuk masuk ke menu BIOS
3. Biarkan tampilan menu BIOS beberapa menit untuk membuktikan bahwa komputer masih tetap restart atau tidak (5 menit).

Setelah melakukan tindakan di atas maka kita sudah bisa menyimpulkan kerusakan komputer dan kita sudah bisa melokalisir kerusakan komputer baik pada hardware maupun apda software.

Hasil Lokalisir yang disimpulkan adalah apabila komputer tidak restart dengan sendirinya selama 5 menit yang ditargetkan di atas maka kerusakan bisa dipastikan terjadi pada perangkat Lunak (sistem operasi). Sedangkan apabila sebelum 5 menit komputer sudah restart dengan sendirinya maka dapat dipastikan bahwa kerusakan atau permasalahan terjadi pada perangkat keras.

Langkah Penyelesaian Apabila Komputer Restrat

1. Apabila kerusakan pada software sistem opereasi sebaiknya lakukan tindakan repair Operating System yang terinstall, apabila tidak berhasil juga dalam merepair Operating System (OS) maka langkah terakhir harus installasi ulang OS-nya.
2. Apabila kerusakan pada perangkat keras maka lakukan perbaikan dengan mencoba untuk mengganti perangkat keras pengganti, seperti mengganti memori yang terpasang dengan memori yang baru, mengganti power supply dengan power supply yang baru atau menanggalkan perangkat keras yang terpasang seperti CD-ROM/DVD-ROM/CD-DVD-RW dan sebagainya.

Cara Memperbaiki Komputer Mati Rusak Total 2015

Cara Memperbaiki Komputer Mati Rusak Total 2015- Inidia step by step memperbaiki komputer anda yang sedang mengalami kendala, saya akan memberi beberapa step yang penting dalam memperbaiki komputer mati atau rusak. apa saja kendala komputer anda? anda tak perlu jauh-jauh pergi ke tukang service yang membutuhkan biaya mahal. cukup anda pelajari dengan sendirinya anda akan mahir.

Berikut ini adalah tips dari Belajar Ilmu Komputer untuk Belajar memperbaiki sendiri komputer anda di rumah sebelum memanggil seorang teknisi khususnya kerusakan ringan hardware.Cara Memperbaiki Komputer Mati Rusak Total

Bila komputer anda di rumah, di kantor atau di manapun memberikan tanda berupa bunyi tertentu dan tidak bisa hidup atau tidak bisa muncul di monitor, coba ikuti langkah-langkah berikut mungkin bisa membantu anda sebelum memutuskan untuk memanggil seorang teknisi, namun untuk memperbaikinya kita perlu masuk (tangan saja yang masuk karena badan kita gak mungkin muat) ke dalam CPU (Central Proccessing Unit). langkah-langkah Cara Memperbaiki Komputer Mati Rusak Total :

Langkah 1

Matikan Komputer/PC anda dan Cabut koneksi kabel listrik ke stop kontak.

Langkah 2

Buka case/casing CPU, dan lepaskan keping memory dari tempatnya. cara melepaskan memori, tarik ke samping tuas pengunci yang ada pada kedua ujung keping memory hingga keping memori agak sedikit terangkat.

Langkah 3

Cabut keping memori dari tempatnya dan keluarkan dari casing/case. (pastikan bahwa tuas pengunci memori benar-benar sudah terbuka).

Langkah 4

Bersihkan bagian kuningan yang terkoneksi ke motherboard dengan menggunakan penghapus pensil (jangan disentuh dengan tangan bagian kuningan).
Langkah 5

Pasang kembali keping memori yang sudah dibersihkan pada tempatnya semula pada motherboard dan jangan lupa menguci dengan tuas pengunci. Tuas pengunci akan terkunci dengan sendirinya jika anda memasang keping memori dengan benar (tidak terbalik). Lakukan pemasangan keping memori dengan menekan kedua ujung keping memori secara perlahan dan perhatikan tuas pengunci benar-benar sudah terkunci.

Langkah 6

Lakukan langkah 4 untuk semua kartu yang terkoneksi ke motherboarboard khususnya Kartu grafik/VGA Card (apa salahnya membersihkan semua komponen sekalian, tidak rugikan?)

Langkah 7

Bilah yakin semua kartu yang terpasang sudah dibersihkan dan terpasang pada tempatnya masing-masing maka sekarang saatnya untuk membuktikan apakah semua yang dilakukan tadi mendapatkan hasil yang lebih baik (komputer hidup) atau tidak ?.

Langkah 8

Hubungkan kembali kabel power dari komputer ke stop kontak dan hidupkan komputer anda dan perhatikan perubahan yang terjadi.

Jika berhasil maka komputer anda akan hidup seperti semula, dan jika komputer tetap tidak bisa hidup juga barulah anda bisa mengambil keputusan untuk memanggil seorang teknisi.

cara mengatasi microsoft office tidak bisa di buka